Social Icons

Selasa, 09 Juli 2013

= NARUTO CHAPTER 638 =

Sebelumnya..

 Naruto Chapter 638

Orang-orang masih bertanya-tanya, "Apa yang terjadi?? Juubi... menghilang??" mereka benar-benar tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. "Apa yang terjadi? Apa mereka sudah berhasil membunuhnya??"

"Tidak.." ucap salah seorang dari klan Hyuuga yang bisa mengamati apa yang terjadi di sana dengan byakugannya. Sakura penasaran dan kemudian bertanya pada Hinata, "Hinata, kau bisa melihatnya juga, kan?? Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi!??"

"Y-ya!!" sahut Hinata. Tubuh Juubi terhisap ke dalam tubuh Obito. Tubuh Obitopun mengalami perubahan. Muncul semacam sisik dan sepuluh tanduk atau ekor kecil di punggungnya. Dan di punggung Obito juga, sudah terlihat suatu lambang segel.

"Juubi... telah dihisap sepenuhnya oleh orang itu.. aku sudah mengkonfirmasi chakranya." ucap Hinata. "Jadi ini artinya..."

"Jinchuriki??"

"A-apa ini??" hokage kedua kaget.

"Ini buruk... seorang jinchuriki.." pikir hokage pertama.

"Ini bahkan lebih menyeramkan.." ucap Minato. "Obito.."

"Naruto, bagaimana kau bisa tahu??" tanya Sasuke.

"Aku sudah menjadi teman bijuu!! waktu itu aku menerima chakra dari mereka, karena itulah aku tahu. Aku merasakan chakra para bijuu masuk ke dalam Obito. Juga, aku sudah pernah melihat jutsu pembangkit milik Rikudo sebelumnya. Segel tangannya berbeda!!"

Segel tangan yang waktu itu Nagato gunakan untuk menggunakan Rinne Tensei memang berbeda dengan yang Obito bentuk. "Jadi, sejak awal dia memang melakukan jutsu untuk menjadi jinchuriki!!"

"Begitu ya.." ucap Sasuke.

"Hatssan, apa itu bentuk finalnya??" tanya Killer Bee.

"Tidak.." jawab Hachibi yang ada dalam dirinya. "Kelihatannya seperti digunakan oleh Jinchuriki sebelum ia mencapai bentuk finalnya.."

Batssss!!!!!! segel berbentuk gerbang Hashirama cepat dan langsung menghantam tubuh Obito. "Mungkin kau telah menjadi jinchuriki, tapi Myoujinmonnya masih bekerja!!" ucap Hashirama dalam hati.

Segel yang menyegel Obito semakin ditambah hingga bertumpuk-tumpuk. "Luar biasa!!" ucap Naruto. Namun kemudian, orang-orang semakin dibuat kaget. Segel-segel itu mampu dengan mudah dihancurkan oleh Obito.

"Segel senpou yang berhasil memblok Juubi..."

"Apa dia sekuat ini!??"

Obito masih terduduk di tempatnya. Hingga kemudian, tangan-tangan raksasa muncul dari punggunya, mencengkram segel kotak yang mengelilingi mereka, dan merobeknya seperti merobek kertas.

Para hokage semakin dibuat kaget, dan kemudian mereka berempat kaget. Bunshin-bunshin yang ada di depan Madara juga tampak sudah menghilang.

"Mustahil!! Dia menghancurkan Shisekiyoujin!??" ucap kaget guru Gay.

"Apa cuma perasaanku, atau dia ini memang lebih kuat dari ketika ukurannya besar??" Killer Bee benar-benar tak mengerti. Padahal biasanya, Jinchuriki semakin kuat saat berubah. "Sebelumnya ia mengeluarkan kekuatan secara membabi buta, namun kini semua itu telah difokuskan.." jelas Hachibi.

"Semuanya, hati-hati!!" teriak hokage pertama. "Sekarang kita tak tahu apa yang harus dilakukan, dia telah berhasil mendapat kekuatan Juubi, dan dia telah menghancurkan prisai segelnya!!"

Tap.. Obito kemudian melompat ke atas, ke hadapan Naruto dan yang lainnya. "Hentikan, Obito!! Sudah cukup!!" teriak Minato.

"O...bi...to??" Obito seperti orang yang kebingungan. "Eh!??" Naruto dan yang lainnya kaget. Tap tap tap!! Hokage pertama, kedua, dan ketiga kemudian muncul di hadapan Naruto dkk.

"Boleh dikatakan... orang ini lebih kuat dariku." ucap hokage pertama. "Mungkin ini kurang sopan, tapi apa yang dikatakannya itu benar." ucap hokage ketiga. "Meskipun kami membatalkan semua bunshin yang telah kami buat, tetap saja kami tak akan bisa melakukannya." ucap hokage kedua.

"Melihat hokage disudutkan seperti ini, aku tak bisa menunggu lagi.." ucap Madara. dalam hati, "Obito menjadi seperti Rikudou Sennin... dia mungkin akan bisa mengantisipasinya sebelum aku bisa menggunakan senjata rahasiaku.."

"Eh!??" Naruto kaget. Batssss!!!!!!! Tiba-tiba saja Obito bergerak dengan begitu cepat, menebas, dan menghancurkan hokage pertama serta hokage kedua.

Bersambung ke Naruto Chapter 639
readmore...

Sabtu, 06 Juli 2013

Unit Awan Petir

Unit Awan Petir
Omoi bersama 4 anggota unit awan petir


Unit ini terdiri dari 7 orang anak barusia 12 dan 13 tahun yang diketuai oleh adik Omoi. Meraka masih muda tapi sangat berbakat.Akhirnya diputuskan bahwa mereka telah siap untuk peperangan,dan raikage A menugaskan merela untuk memulai dengan unit suplai dalam perang dunia ninja 4.

Setelah mendapat info bahwa unit alianshi shinobi di medan perang 7 meminta bantuan, unit awan petir ini pun datang untuk membantu. Tapi mereka tidak tahu apa yang mereka hadapi. Setelah sampai di medan perang 7 mereka kaget melihat ribuan zetsu putih, dan salah seorang shinobi menyaran mereka untuk tetap dibelakang. Tapi sayang shinobi tersebut langsung terkena serangan zetsu putih. Meraka pantang menyerah dan terus maju ke medan perang 7. Hingga pada akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tanahnya merah, dan zetsu yang putih berubah menjadi merah, serta mengeluarkan nafas gas beracun. Tetapi mereka dapat menghabisi semua zetsu merah. Karna mereka kalah jumlah, mereka masuk ke sebuah patung budha yang sedang berbaring, dan didalamnya ada banyak ruangan layaknya penginapan.

Setelah lama berada didalam patung budha mereka sadar bahwa mereka hanya menunggu kematian, dan akhirnya mereka memtuskan untuk keluar dan bertarung melawan banyak zetsu merah. Meraka semua berhasil keluar dan bertarung sekuat tenaga, hingga salah satu dari mereka terjatuh. Tidak lama kemudian datang bantuan, tetapi itu hanya Omoi. Kemudian Omoi memberi aba-aba pada mereka, satu, dua, tiga, empat orang dari mereka bersama dengan omoi membentuk lingkaran dan menggabungkan senjata mereka masing-masing di tengah lingkaran. Ternayata mereka berlima mengkolaborasikan jutsu mereka dan membentuk jutsu "Elemen Petir Gabungan Bom Petir" dan berhasil mengalahkan zetsu merah, serta menghilangkan gas beracunnya.

Beberapa saat kemudian zetsu putih datang menyerang, tetapi omoi lelah karna telah banyak menggunakan cakranya. Kemudian semua anggota unit awan petir meminta pada Omoi untuk memerkan kekuatan mereka dan Omoi pun membiarkannya. Merakapun menyarang semua zetsu putih yang didepan, sedangkan Omoi hanya berbaring meniru gaya patung budha yang dibelakang.

Dan akhirnya mereka semua berhasil mengalahkan semua zetsu putih.

*Debut : hanya ada di anime
episode 320, desa asal kumogakure
readmore...

Jumat, 05 Juli 2013

= NARUTO CHAPTER 637 =

Sebelumnya...

Pertarungan Genjutsu dalam dimensi Kamui akhirnya dimenangkan oleh Kakashi. Obito dengan luka parah yang dideritanya kabur meninggalkan Kakashi dan menuju alam nyata.

Sementara itu Madara yang kesal menunggu Hashirama asli melampiaskan kekesalannya pada seorang Klon kayu, di saat yang sama Madara menyadari kedatangan Obito

Madara menyadari bahwa dirinya tak akan mungkin menjadi jinchuuriki apabila masih dalam wujud Edo Tensei . Madara yang bermaksud menjadi jinchuuriki sebelum melawan Hashirama bermaksud memanfaatkan Obito di saat terakhir. Dengan keji ia mengendalikan Obito yang tengah sejarat untuk membangkitkan tubuh aslinya menggunakan Rinne Tensei.

Obito amat panik melihat separuh tubuhnya menghitam dan ditumbuhi tombak tombak hitam. Tak lama Obito bagai kesurupan bangkit dan berteriak seraya merapal jutsu
"Woooaaaarggghhh!!!!!!..."

Seketika teriakan Obito memecah ketenangan Shinobi yang mulai dekat dengan kemenangan. Sontak perhatian Para Shinobi yang tengah bahagia melihat Juubi yang sudah mulai kalah terlumat Amaterasu.

"Wooaaahhhhhh.........Arggghh!!!..", Obito terus saja berteriak..akhirnyq iq berhenti..tubuhnyq gemetaran seperti menahan rasa sakit

"Obito.. Kau hanya cadangan yang aku siapkan untuk membangkitkan tubuhku..
"pluukkk...pluukkkk...". darah di dada Obito terus menetes. Obito teringat saat ia ditolong Madara

"Pak tua.. barusan Anda kan? yang menolongku?.. terimakasih..".

"terlalu cepat kamu berterimakasih..suatu hari Kamu akan membayar kembali padaku..". sahut Madara

"Woooooaahhhh!!!!!.....". Mendengar teriakan Obito ..Hashirama menoleh ke arahnya... dari kejauhan Hashirama mengamati tubuh Madara yang perlahan keropos dan berasap..
"Madara mengendalikan chakra pemuda itu.."

"Apakah itu Teknik Terlarang Rikudou?.. Rinne Tensei..". cetusnya ketika melihat kepulan asap di tubuh Madara.


"Hai..Nak... Kamu yang paling dekat!!.. hentikan jutsu orang yang di atas Juubi!..". teriak Hashirama

"itukan..". sahut Naruto

Hashirama nampak merapal jutsu sambil memejamkan matanya. ."Kita tak boleh membiarkan Dia dibangkitkan..". gumamnya

"Wuushhhhh!!!.." seakan Gamakichi memahami perintah Hashirama., ia langsung melompat.

"Srrraaakkk!!!..". Di saat yang sama Aoda melesat di depan Gamakichi
"Sasuke ...tunggu!!!!.". teriak Naruto di atas Gamakichi

Di saat yang sama Minato tengah tertunduk kesal... Perlahan Minato menegakkan kepalanya..
"Sekarang Aku mengerti..". kata Minato. Sorot mata Minato menajam.

Disaat yang sama Hashirama bermaksud membuat Klon Kayu lagi..
"ini batas Klon Kayu yang dapat kubuat di Dinding Kekkai ini..". ucapnya. Nampak tatapan mata Hashirama mulai menunjukkan kegundahannnya akan Madara

"Zrrruuuttt...Zruutt......". dari punggungnya muncul Kayu yang cepat tumbuh.

"Kage Bunshin No Jutsu(Teknik Klon Bayangan)".
"Booof...Bofff!!!..". Tobirama sudah menciptakan 2 orang Klon

"ini yang bisa kubuat..". gumam Tobirama.

"Tapp... Tappp!!!..".
Sejumlah Klon Hashirama berlari melesat mendekati Hashirama.

Madara masih tenang menyiapkan Jutsunya."Apakah kalian bermaksud menyerangku?. dalam hal ini kalian tak akan mampu mendapatkan Obito tepat waktu.".

Dengan sorot tajam dan sombong Madara meremehkan Hashirama dan Tobirama.
"Kalian seharusnya tahu.. bahwa Kalian tak akan bisa menghentikanku dengan Klon sederhana."

Sementara itu Obito masih merintih dan di saat yang sama rambut Obito perlahan berubah menjadi putih.

Dalam penderitaannya Obito terbawa dalam ingatan mengenai timnya dahulu. Ia semakin sedih melihat Rin yang pergi bersama Kakashi meninggalkan dirinya.
"Srrrrrkkkkk... srekkkk!..", Aoda melesat di tubuh Juubi. Tiba tiba ada bagian tubuh Juubi yang menangkap Aoda

"Greppp!!!!..", Aoda nampak terkejut. Disaat yang sama Sasuke agaknya menyadari Aoda telah tertangkap, Ia pun melompat melayang di udara. Perlahan tubuhnya memancarkan cahaya keunguan Susanoo.

Sasuke menoleh ke arah Aoda.
"Aoda.. cukup sampai disini!.. Silahkan menghilang!..". teriaknya

"Baik Tuan Sasuke!..", sahut Aoda

"Bwosshhhh...". seketika Aoda lenyap meninggalkan asap putih tebal.
...

Sasuke membidik Obito dengan Susanoo
"Kreettt!!!!...", busur Susanoo kencang diregang tajam membidik Obito. nampqk ujung anak panahnya berkobar Amaterasu

"Tembak!.", kata Sasuke

..."Slaaaassshhh...". Anak Panah melesat amat cepat. Sementara itu Madara hanya tersenyum melirik pada Sasuke.

Madara tersenyum seraya mengendalikan Obito
"syuuu.. syuuu!!!...". batang hitam yang di tubuh Obito meluncur ke arah Panah Sasuke

"Traannnngggg!!!!..",
"Bwooor.."
Dengan mudah panah Susanoo tertangkis oleh batang hitam tadi.

Ternyata Obito tak bergeming dengan Panah Susanoo Sasuke. Disaat yang sama di tempat lain Madara sudah kembali pulih dengan Rinne Tensei., wajahnya nampak segar tersenyum licik.

Sasuke berlari mendekati Obito di ikuti Naruto..Klon Tobirama..Klon Hashirama
Obito tertunduk lemah..makin lama ia hanya memikirkan Rin.
"Kau tak akan terus menyukai hal ini..."
"jangan menyerah..".
"Kamu menyukai Rin kan?..", ucap Minato dalam pikirannya

"Kita akan menjadi Hokage..". kata Minato dengam lembut

...

Tiba Tiba Minato sudah ada di depan Obito dam mengayunkan Kunai Jikuukannya
"Jrasssshhhhh....!!!.."

Seketika darah Obito berhamburan.

"Gu- Guru...". kata Obito menatap sayu Minato.

"Obito!!!!...", teriak Minato seketika pikirannya melayang pada saat melawan Pria Bertopeng sekitar 17 tahun lalu.

"apakah dulu itu Kau???..". tanya Minato saat perlahan kelopak mata Obito mulai menutup. Obito kini terkulai lemah di depan mantan gurunya sendiri

Disaat yang sama Madara telah dikepung oleh Klon Hashirama
"yang mana ini..". kata Klon Hashirama

"barusan adalah kegagalan... tapi baiklah.". sahut Madara yang masih duduk santai di tebing. Madara agak kecewa proses Rinne Tensei gagal gara gara Minato menebas Obito. Kini wajah Madara kembali seperti mayat lagi.

"apakah mereka berhasil??." teriak seorang Shinobi Kumo

"itu Hokage Keempat!!..". teriak Shinobi Konoha seraya menunjuk Minato yang di atas Juubi.
"Dia menggunakan Klon Bayangan dengan Teknik Hiraishin..Pernahkah Dia mebuat tanda pada orang itu?..". pikir Tobirama

sementara itu Minato asli masih berlutut di depan Dinding Kekkai dan Kunai Jikuukannya.

"Plurrkkk...plurrkkk....".
Kunai Jikuukan Klon Minato nersimbah darah Obito dan terus menetes.

Minato berdiri di depan tubuh Obito yang tengah terkulai bermandi darah.
"Tanda Hiraishin tak pernah hilang.. Aku belum pernah memberitahumu kan?." . kata Minato.
"Mengapa? Andai saja Kau libur.. Aku akan setuju jika Kau menjadi Hokage." ujarnya. Minato amat menyesalkan sikap Obito di masa lalu.

"Tap!!..", tiba tiba Sasuke sudah sampai di dekat Minato.
"Cepat juga.. sekarang kita tinggal menyegel zombie itu dan perang akan berakhir.. Kita juga akan mengurus Rakasasa ini juga..". kata Sasuke

Obito yang terkapar menyahut ucapan Sasuke."Bagaimana bisa perang berakhir? Kalian ini sama sama pengkhianat.".

Sasuke dan Minato nampak terkejut terbelalak menatap Obito. Tubuh Juubi seakan terhisap oleh Obito , pancaran Chakra Obito hingga kemilau menyinari wajah mereka.
Mereka terkejut bukan kepalang Juubi mendadak menyusut seperti terhisap. Disaat yang sama Gamakichi bersama Naruto tengah mendaki lidah Juubi melihat Juubi tiba tiba menyusut

"Zrrrrruuuuuttttt!!!!!!......".. tubuh Juubi amat cepat menyusut hingga lepas dari pengekang yang dibuat Hashirama

Minato dan Sasuke terjun bebas

Bersambung ke chapter 638
readmore...

= NARUTO CHAPTER 636 =

Sebelumnya....

Obito dan Kakashi sama-sama saling menusuk. Hingga kemudian, Kakashi berkata,
"Obito, apa masih belum cukup??" dan mendadak bayangan mereka berdua lenyap begitu saja.
"Aku sudah muak, ayo kita hentikan genjutsu ini.." ucap Kakashi lagi.
Dan ya, semua itu tadi hanyalah genjutsu yang Obito ciptakan, termasuk lubang di dadanya. Semua itu hanyalah genjutsu belaka.

"Aku tak mau bertarung terus terusan.." Kakashi tak mau membuang-buang waktu lagi, dan tampaknya akan serius.
"Ya...Masa depanmu adalah kematian.." ucap Kakashi pada Obito,
seolah semakin mempertegas niatnya untuk tidak menunda-nuda lagi.

"Maju saja..kalau kau bisa" Obito tak mau kalah dan ikut memasang kuda-kuda.
Kakashi dan Obito sama-sama memasang kuda-kuda tanda hormat ninja sebelum bertarung, dan hal itu membuat Kakashi teringat akan masa lalu.

Saat itu, ketika mereka masih kanak-kanak, mereka pernah berada dalam posisi yang mirip dengan saat ini.
Mereka berdua sama-sama memasang kuda-kuda, dan hendak bertarung.
Bedanya, waktu itu adalah latih tanding, dan Minato mengawasi mereka.

"Baiklah, pertarungan dimulai!!" Ucap Minato yang menjadi wasit. [dalam ingatan mereka]

Kakashi dan Obito saling serang, dan di masa sekarang pertarungan mereka juga telah dimulai. Benar-benar mirip, bahkan gerakan dan jenis jurus yang digunakan.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu!!" Obito menyerang Kakashi dengan semburan api.

Kakashi mampu menghindarinya, dan terus maju menyerang dengan menggunakan kunainya. Batsss!!! Mereka saling tebas dan sama-sama mampu menghindar.

"Obito...
Tekadmu yang dulu...
Masih bisa...
Aku wujudkan..."

Pertarungan terus berlanjut.

"Yang bisa kulakukan sekarang adalah...
melindungi Naruto!!" Guman kakashi

"Kau... yah, semua orang..
Suatu hari nanti...
akan menjadi sepertiku..." Guman Obito mengingat naruto dan tim 7 di album foto

"Sasuke adalah seorang ninja pelarian..
Seharusnya dia dibunuh..." ucap kakashi kala itu

"Tidak... Aku pasti akan membawa kembali Sasuke!!!" ucap Naruto dulu.
Kakashi masih ingat betul dengan saat-saat itu. Sambil tetap menghadapi Obito, sosok Naruto terus tergambar di benaknya.

"Naruto...
kau tak akan pernah kehilangan jalanmu..
Kau lebih kuat dariku...
Dan jauh lebih unik dalam segala hal..." kakashi

Kini Kakashi telah berhasil menjatuhkan Obito, sama seperti waktu mereka masih kecil dulu. Waktu itu, Kakashi juga berhasil menjatuhkannya dan kemudian menodongkan kunai ke wajahnya.
"Baik, sudah cukup pertarungannya, pemenangnya Kakashi. Ayo kalian saling menghormat.." ucap Minato saat itu.

Waktu itu mereka berjabat jari, tanda perdamaian, namun tidak saat ini.
"Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini.. aku akan melakukan apa yang kubisa."
"Untuk melindungi Obito yang dulu... aku harus... membunuh Obito yang sekarang!!"

Tak ada istilah damai, Kakashi melanjutkan serangannya hingga benar-benar menembus tubuh Obito, dan ini bukanlah genjutsu.
Mereka saling memuntahkan darah dari mulut..

"Uukhhh!!!" Obito menghempaskan dirinya ke belakang, dan begitu pula dengan Kakashi. Tampak tubuh Obito menyisakan lubang yang dalam, yang seperti dikatakan tadi bukanlah genjutsu seperti sebelumnya.

"Ini sudah berakhir, Obito.." ucap Kakashi.
"Haah... haah... kau mungkin memenangkan pertarungan ini.." ucap Obito.
"Tapi... aku tak akan membiarkanmu memenangkan perangnya!!!"

Obito menggunakan jutsu dimensinya dan kembali ke medan perang.
"Ukh!!" tampaknya Kakashi hendak mengejar, namun energinya telah terkuras.

* Di medan perang, di sisi Madara, tampak Susano'onya telah berhasil menusuk tubuh bunshin Hashirama, meski Madara cuma duduk-duduk.

"Hashirama.. kau terlalu banyak memfokuskan kekuatanmu pada tubuhmu yang asli, bunshin mu jadi tidak menyenangkan untuk dipakai bermain.." ucap Madara.

"Madara..
kau juga telah..." ucap bunshin hasirama yang perlahan mulai mengilang

"Brukkk..."
Bunshin Hashirama kembali menjadi kayu dan kemudian lenyap.

Kemudian, Madara merasakan sesuatu.
"Itu??" suatu pusaran muncul tak jauh darinya, dan kemudian Obito muncul dari sana. Dalam keadaan sekarat.
"Uukhh..."

"Aku tak membutuhkannya lagi.." ucap Madara dalam hati.
Ia kemudian bersiap untuk melakukan sesuatu.
"Aku ingin bertarung melawan Hashirama sebelum menjadi Jinchuriki, tapi... sepertinya tak ada cara lain lagi.."

"Gyaaahhh!!!" Obito berteriak bersamaan dengan segel yang Madara rapal.
"Tubuhku..." Obito merasakan ada sesuatu yang salah dari tubuh bagian kirinya, tubuh yang diutak-atik Madara dulu.
"Gyaaahhh!!!" setengah tubuh Obito berubah menjadi gelap.

"Inilah waktunya untuk membangkitkanku kembali menggunakan Rinne Tensei.." pikir Madara.
Ia hendak menggunakan Obito untuk merapalkannya jutsu pembangkit tersebut.

Obito seolah tak mampu mengendalikan dirinya, dan kemudian setelah sebelumnya sempat teringat akan Rin, Obito pun bangkit dan membentuk segel tangan,
"Woooooaaahhhh!!!!!"

Bersambung ke chapter 637
readmore...