Social Icons

Selasa, 09 Juli 2013

= NARUTO CHAPTER 638 =

Sebelumnya..

 Naruto Chapter 638

Orang-orang masih bertanya-tanya, "Apa yang terjadi?? Juubi... menghilang??" mereka benar-benar tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. "Apa yang terjadi? Apa mereka sudah berhasil membunuhnya??"

"Tidak.." ucap salah seorang dari klan Hyuuga yang bisa mengamati apa yang terjadi di sana dengan byakugannya. Sakura penasaran dan kemudian bertanya pada Hinata, "Hinata, kau bisa melihatnya juga, kan?? Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi!??"

"Y-ya!!" sahut Hinata. Tubuh Juubi terhisap ke dalam tubuh Obito. Tubuh Obitopun mengalami perubahan. Muncul semacam sisik dan sepuluh tanduk atau ekor kecil di punggungnya. Dan di punggung Obito juga, sudah terlihat suatu lambang segel.

"Juubi... telah dihisap sepenuhnya oleh orang itu.. aku sudah mengkonfirmasi chakranya." ucap Hinata. "Jadi ini artinya..."

"Jinchuriki??"

"A-apa ini??" hokage kedua kaget.

"Ini buruk... seorang jinchuriki.." pikir hokage pertama.

"Ini bahkan lebih menyeramkan.." ucap Minato. "Obito.."

"Naruto, bagaimana kau bisa tahu??" tanya Sasuke.

"Aku sudah menjadi teman bijuu!! waktu itu aku menerima chakra dari mereka, karena itulah aku tahu. Aku merasakan chakra para bijuu masuk ke dalam Obito. Juga, aku sudah pernah melihat jutsu pembangkit milik Rikudo sebelumnya. Segel tangannya berbeda!!"

Segel tangan yang waktu itu Nagato gunakan untuk menggunakan Rinne Tensei memang berbeda dengan yang Obito bentuk. "Jadi, sejak awal dia memang melakukan jutsu untuk menjadi jinchuriki!!"

"Begitu ya.." ucap Sasuke.

"Hatssan, apa itu bentuk finalnya??" tanya Killer Bee.

"Tidak.." jawab Hachibi yang ada dalam dirinya. "Kelihatannya seperti digunakan oleh Jinchuriki sebelum ia mencapai bentuk finalnya.."

Batssss!!!!!! segel berbentuk gerbang Hashirama cepat dan langsung menghantam tubuh Obito. "Mungkin kau telah menjadi jinchuriki, tapi Myoujinmonnya masih bekerja!!" ucap Hashirama dalam hati.

Segel yang menyegel Obito semakin ditambah hingga bertumpuk-tumpuk. "Luar biasa!!" ucap Naruto. Namun kemudian, orang-orang semakin dibuat kaget. Segel-segel itu mampu dengan mudah dihancurkan oleh Obito.

"Segel senpou yang berhasil memblok Juubi..."

"Apa dia sekuat ini!??"

Obito masih terduduk di tempatnya. Hingga kemudian, tangan-tangan raksasa muncul dari punggunya, mencengkram segel kotak yang mengelilingi mereka, dan merobeknya seperti merobek kertas.

Para hokage semakin dibuat kaget, dan kemudian mereka berempat kaget. Bunshin-bunshin yang ada di depan Madara juga tampak sudah menghilang.

"Mustahil!! Dia menghancurkan Shisekiyoujin!??" ucap kaget guru Gay.

"Apa cuma perasaanku, atau dia ini memang lebih kuat dari ketika ukurannya besar??" Killer Bee benar-benar tak mengerti. Padahal biasanya, Jinchuriki semakin kuat saat berubah. "Sebelumnya ia mengeluarkan kekuatan secara membabi buta, namun kini semua itu telah difokuskan.." jelas Hachibi.

"Semuanya, hati-hati!!" teriak hokage pertama. "Sekarang kita tak tahu apa yang harus dilakukan, dia telah berhasil mendapat kekuatan Juubi, dan dia telah menghancurkan prisai segelnya!!"

Tap.. Obito kemudian melompat ke atas, ke hadapan Naruto dan yang lainnya. "Hentikan, Obito!! Sudah cukup!!" teriak Minato.

"O...bi...to??" Obito seperti orang yang kebingungan. "Eh!??" Naruto dan yang lainnya kaget. Tap tap tap!! Hokage pertama, kedua, dan ketiga kemudian muncul di hadapan Naruto dkk.

"Boleh dikatakan... orang ini lebih kuat dariku." ucap hokage pertama. "Mungkin ini kurang sopan, tapi apa yang dikatakannya itu benar." ucap hokage ketiga. "Meskipun kami membatalkan semua bunshin yang telah kami buat, tetap saja kami tak akan bisa melakukannya." ucap hokage kedua.

"Melihat hokage disudutkan seperti ini, aku tak bisa menunggu lagi.." ucap Madara. dalam hati, "Obito menjadi seperti Rikudou Sennin... dia mungkin akan bisa mengantisipasinya sebelum aku bisa menggunakan senjata rahasiaku.."

"Eh!??" Naruto kaget. Batssss!!!!!!! Tiba-tiba saja Obito bergerak dengan begitu cepat, menebas, dan menghancurkan hokage pertama serta hokage kedua.

Bersambung ke Naruto Chapter 639
readmore...

Sabtu, 06 Juli 2013

Unit Awan Petir

Unit Awan Petir
Omoi bersama 4 anggota unit awan petir


Unit ini terdiri dari 7 orang anak barusia 12 dan 13 tahun yang diketuai oleh adik Omoi. Meraka masih muda tapi sangat berbakat.Akhirnya diputuskan bahwa mereka telah siap untuk peperangan,dan raikage A menugaskan merela untuk memulai dengan unit suplai dalam perang dunia ninja 4.

Setelah mendapat info bahwa unit alianshi shinobi di medan perang 7 meminta bantuan, unit awan petir ini pun datang untuk membantu. Tapi mereka tidak tahu apa yang mereka hadapi. Setelah sampai di medan perang 7 mereka kaget melihat ribuan zetsu putih, dan salah seorang shinobi menyaran mereka untuk tetap dibelakang. Tapi sayang shinobi tersebut langsung terkena serangan zetsu putih. Meraka pantang menyerah dan terus maju ke medan perang 7. Hingga pada akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tanahnya merah, dan zetsu yang putih berubah menjadi merah, serta mengeluarkan nafas gas beracun. Tetapi mereka dapat menghabisi semua zetsu merah. Karna mereka kalah jumlah, mereka masuk ke sebuah patung budha yang sedang berbaring, dan didalamnya ada banyak ruangan layaknya penginapan.

Setelah lama berada didalam patung budha mereka sadar bahwa mereka hanya menunggu kematian, dan akhirnya mereka memtuskan untuk keluar dan bertarung melawan banyak zetsu merah. Meraka semua berhasil keluar dan bertarung sekuat tenaga, hingga salah satu dari mereka terjatuh. Tidak lama kemudian datang bantuan, tetapi itu hanya Omoi. Kemudian Omoi memberi aba-aba pada mereka, satu, dua, tiga, empat orang dari mereka bersama dengan omoi membentuk lingkaran dan menggabungkan senjata mereka masing-masing di tengah lingkaran. Ternayata mereka berlima mengkolaborasikan jutsu mereka dan membentuk jutsu "Elemen Petir Gabungan Bom Petir" dan berhasil mengalahkan zetsu merah, serta menghilangkan gas beracunnya.

Beberapa saat kemudian zetsu putih datang menyerang, tetapi omoi lelah karna telah banyak menggunakan cakranya. Kemudian semua anggota unit awan petir meminta pada Omoi untuk memerkan kekuatan mereka dan Omoi pun membiarkannya. Merakapun menyarang semua zetsu putih yang didepan, sedangkan Omoi hanya berbaring meniru gaya patung budha yang dibelakang.

Dan akhirnya mereka semua berhasil mengalahkan semua zetsu putih.

*Debut : hanya ada di anime
episode 320, desa asal kumogakure
readmore...

Jumat, 05 Juli 2013

= NARUTO CHAPTER 637 =

Sebelumnya...

Pertarungan Genjutsu dalam dimensi Kamui akhirnya dimenangkan oleh Kakashi. Obito dengan luka parah yang dideritanya kabur meninggalkan Kakashi dan menuju alam nyata.

Sementara itu Madara yang kesal menunggu Hashirama asli melampiaskan kekesalannya pada seorang Klon kayu, di saat yang sama Madara menyadari kedatangan Obito

Madara menyadari bahwa dirinya tak akan mungkin menjadi jinchuuriki apabila masih dalam wujud Edo Tensei . Madara yang bermaksud menjadi jinchuuriki sebelum melawan Hashirama bermaksud memanfaatkan Obito di saat terakhir. Dengan keji ia mengendalikan Obito yang tengah sejarat untuk membangkitkan tubuh aslinya menggunakan Rinne Tensei.

Obito amat panik melihat separuh tubuhnya menghitam dan ditumbuhi tombak tombak hitam. Tak lama Obito bagai kesurupan bangkit dan berteriak seraya merapal jutsu
"Woooaaaarggghhh!!!!!!..."

Seketika teriakan Obito memecah ketenangan Shinobi yang mulai dekat dengan kemenangan. Sontak perhatian Para Shinobi yang tengah bahagia melihat Juubi yang sudah mulai kalah terlumat Amaterasu.

"Wooaaahhhhhh.........Arggghh!!!..", Obito terus saja berteriak..akhirnyq iq berhenti..tubuhnyq gemetaran seperti menahan rasa sakit

"Obito.. Kau hanya cadangan yang aku siapkan untuk membangkitkan tubuhku..
"pluukkk...pluukkkk...". darah di dada Obito terus menetes. Obito teringat saat ia ditolong Madara

"Pak tua.. barusan Anda kan? yang menolongku?.. terimakasih..".

"terlalu cepat kamu berterimakasih..suatu hari Kamu akan membayar kembali padaku..". sahut Madara

"Woooooaahhhh!!!!!.....". Mendengar teriakan Obito ..Hashirama menoleh ke arahnya... dari kejauhan Hashirama mengamati tubuh Madara yang perlahan keropos dan berasap..
"Madara mengendalikan chakra pemuda itu.."

"Apakah itu Teknik Terlarang Rikudou?.. Rinne Tensei..". cetusnya ketika melihat kepulan asap di tubuh Madara.


"Hai..Nak... Kamu yang paling dekat!!.. hentikan jutsu orang yang di atas Juubi!..". teriak Hashirama

"itukan..". sahut Naruto

Hashirama nampak merapal jutsu sambil memejamkan matanya. ."Kita tak boleh membiarkan Dia dibangkitkan..". gumamnya

"Wuushhhhh!!!.." seakan Gamakichi memahami perintah Hashirama., ia langsung melompat.

"Srrraaakkk!!!..". Di saat yang sama Aoda melesat di depan Gamakichi
"Sasuke ...tunggu!!!!.". teriak Naruto di atas Gamakichi

Di saat yang sama Minato tengah tertunduk kesal... Perlahan Minato menegakkan kepalanya..
"Sekarang Aku mengerti..". kata Minato. Sorot mata Minato menajam.

Disaat yang sama Hashirama bermaksud membuat Klon Kayu lagi..
"ini batas Klon Kayu yang dapat kubuat di Dinding Kekkai ini..". ucapnya. Nampak tatapan mata Hashirama mulai menunjukkan kegundahannnya akan Madara

"Zrrruuuttt...Zruutt......". dari punggungnya muncul Kayu yang cepat tumbuh.

"Kage Bunshin No Jutsu(Teknik Klon Bayangan)".
"Booof...Bofff!!!..". Tobirama sudah menciptakan 2 orang Klon

"ini yang bisa kubuat..". gumam Tobirama.

"Tapp... Tappp!!!..".
Sejumlah Klon Hashirama berlari melesat mendekati Hashirama.

Madara masih tenang menyiapkan Jutsunya."Apakah kalian bermaksud menyerangku?. dalam hal ini kalian tak akan mampu mendapatkan Obito tepat waktu.".

Dengan sorot tajam dan sombong Madara meremehkan Hashirama dan Tobirama.
"Kalian seharusnya tahu.. bahwa Kalian tak akan bisa menghentikanku dengan Klon sederhana."

Sementara itu Obito masih merintih dan di saat yang sama rambut Obito perlahan berubah menjadi putih.

Dalam penderitaannya Obito terbawa dalam ingatan mengenai timnya dahulu. Ia semakin sedih melihat Rin yang pergi bersama Kakashi meninggalkan dirinya.
"Srrrrrkkkkk... srekkkk!..", Aoda melesat di tubuh Juubi. Tiba tiba ada bagian tubuh Juubi yang menangkap Aoda

"Greppp!!!!..", Aoda nampak terkejut. Disaat yang sama Sasuke agaknya menyadari Aoda telah tertangkap, Ia pun melompat melayang di udara. Perlahan tubuhnya memancarkan cahaya keunguan Susanoo.

Sasuke menoleh ke arah Aoda.
"Aoda.. cukup sampai disini!.. Silahkan menghilang!..". teriaknya

"Baik Tuan Sasuke!..", sahut Aoda

"Bwosshhhh...". seketika Aoda lenyap meninggalkan asap putih tebal.
...

Sasuke membidik Obito dengan Susanoo
"Kreettt!!!!...", busur Susanoo kencang diregang tajam membidik Obito. nampqk ujung anak panahnya berkobar Amaterasu

"Tembak!.", kata Sasuke

..."Slaaaassshhh...". Anak Panah melesat amat cepat. Sementara itu Madara hanya tersenyum melirik pada Sasuke.

Madara tersenyum seraya mengendalikan Obito
"syuuu.. syuuu!!!...". batang hitam yang di tubuh Obito meluncur ke arah Panah Sasuke

"Traannnngggg!!!!..",
"Bwooor.."
Dengan mudah panah Susanoo tertangkis oleh batang hitam tadi.

Ternyata Obito tak bergeming dengan Panah Susanoo Sasuke. Disaat yang sama di tempat lain Madara sudah kembali pulih dengan Rinne Tensei., wajahnya nampak segar tersenyum licik.

Sasuke berlari mendekati Obito di ikuti Naruto..Klon Tobirama..Klon Hashirama
Obito tertunduk lemah..makin lama ia hanya memikirkan Rin.
"Kau tak akan terus menyukai hal ini..."
"jangan menyerah..".
"Kamu menyukai Rin kan?..", ucap Minato dalam pikirannya

"Kita akan menjadi Hokage..". kata Minato dengam lembut

...

Tiba Tiba Minato sudah ada di depan Obito dam mengayunkan Kunai Jikuukannya
"Jrasssshhhhh....!!!.."

Seketika darah Obito berhamburan.

"Gu- Guru...". kata Obito menatap sayu Minato.

"Obito!!!!...", teriak Minato seketika pikirannya melayang pada saat melawan Pria Bertopeng sekitar 17 tahun lalu.

"apakah dulu itu Kau???..". tanya Minato saat perlahan kelopak mata Obito mulai menutup. Obito kini terkulai lemah di depan mantan gurunya sendiri

Disaat yang sama Madara telah dikepung oleh Klon Hashirama
"yang mana ini..". kata Klon Hashirama

"barusan adalah kegagalan... tapi baiklah.". sahut Madara yang masih duduk santai di tebing. Madara agak kecewa proses Rinne Tensei gagal gara gara Minato menebas Obito. Kini wajah Madara kembali seperti mayat lagi.

"apakah mereka berhasil??." teriak seorang Shinobi Kumo

"itu Hokage Keempat!!..". teriak Shinobi Konoha seraya menunjuk Minato yang di atas Juubi.
"Dia menggunakan Klon Bayangan dengan Teknik Hiraishin..Pernahkah Dia mebuat tanda pada orang itu?..". pikir Tobirama

sementara itu Minato asli masih berlutut di depan Dinding Kekkai dan Kunai Jikuukannya.

"Plurrkkk...plurrkkk....".
Kunai Jikuukan Klon Minato nersimbah darah Obito dan terus menetes.

Minato berdiri di depan tubuh Obito yang tengah terkulai bermandi darah.
"Tanda Hiraishin tak pernah hilang.. Aku belum pernah memberitahumu kan?." . kata Minato.
"Mengapa? Andai saja Kau libur.. Aku akan setuju jika Kau menjadi Hokage." ujarnya. Minato amat menyesalkan sikap Obito di masa lalu.

"Tap!!..", tiba tiba Sasuke sudah sampai di dekat Minato.
"Cepat juga.. sekarang kita tinggal menyegel zombie itu dan perang akan berakhir.. Kita juga akan mengurus Rakasasa ini juga..". kata Sasuke

Obito yang terkapar menyahut ucapan Sasuke."Bagaimana bisa perang berakhir? Kalian ini sama sama pengkhianat.".

Sasuke dan Minato nampak terkejut terbelalak menatap Obito. Tubuh Juubi seakan terhisap oleh Obito , pancaran Chakra Obito hingga kemilau menyinari wajah mereka.
Mereka terkejut bukan kepalang Juubi mendadak menyusut seperti terhisap. Disaat yang sama Gamakichi bersama Naruto tengah mendaki lidah Juubi melihat Juubi tiba tiba menyusut

"Zrrrrruuuuuttttt!!!!!!......".. tubuh Juubi amat cepat menyusut hingga lepas dari pengekang yang dibuat Hashirama

Minato dan Sasuke terjun bebas

Bersambung ke chapter 638
readmore...

= NARUTO CHAPTER 636 =

Sebelumnya....

Obito dan Kakashi sama-sama saling menusuk. Hingga kemudian, Kakashi berkata,
"Obito, apa masih belum cukup??" dan mendadak bayangan mereka berdua lenyap begitu saja.
"Aku sudah muak, ayo kita hentikan genjutsu ini.." ucap Kakashi lagi.
Dan ya, semua itu tadi hanyalah genjutsu yang Obito ciptakan, termasuk lubang di dadanya. Semua itu hanyalah genjutsu belaka.

"Aku tak mau bertarung terus terusan.." Kakashi tak mau membuang-buang waktu lagi, dan tampaknya akan serius.
"Ya...Masa depanmu adalah kematian.." ucap Kakashi pada Obito,
seolah semakin mempertegas niatnya untuk tidak menunda-nuda lagi.

"Maju saja..kalau kau bisa" Obito tak mau kalah dan ikut memasang kuda-kuda.
Kakashi dan Obito sama-sama memasang kuda-kuda tanda hormat ninja sebelum bertarung, dan hal itu membuat Kakashi teringat akan masa lalu.

Saat itu, ketika mereka masih kanak-kanak, mereka pernah berada dalam posisi yang mirip dengan saat ini.
Mereka berdua sama-sama memasang kuda-kuda, dan hendak bertarung.
Bedanya, waktu itu adalah latih tanding, dan Minato mengawasi mereka.

"Baiklah, pertarungan dimulai!!" Ucap Minato yang menjadi wasit. [dalam ingatan mereka]

Kakashi dan Obito saling serang, dan di masa sekarang pertarungan mereka juga telah dimulai. Benar-benar mirip, bahkan gerakan dan jenis jurus yang digunakan.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu!!" Obito menyerang Kakashi dengan semburan api.

Kakashi mampu menghindarinya, dan terus maju menyerang dengan menggunakan kunainya. Batsss!!! Mereka saling tebas dan sama-sama mampu menghindar.

"Obito...
Tekadmu yang dulu...
Masih bisa...
Aku wujudkan..."

Pertarungan terus berlanjut.

"Yang bisa kulakukan sekarang adalah...
melindungi Naruto!!" Guman kakashi

"Kau... yah, semua orang..
Suatu hari nanti...
akan menjadi sepertiku..." Guman Obito mengingat naruto dan tim 7 di album foto

"Sasuke adalah seorang ninja pelarian..
Seharusnya dia dibunuh..." ucap kakashi kala itu

"Tidak... Aku pasti akan membawa kembali Sasuke!!!" ucap Naruto dulu.
Kakashi masih ingat betul dengan saat-saat itu. Sambil tetap menghadapi Obito, sosok Naruto terus tergambar di benaknya.

"Naruto...
kau tak akan pernah kehilangan jalanmu..
Kau lebih kuat dariku...
Dan jauh lebih unik dalam segala hal..." kakashi

Kini Kakashi telah berhasil menjatuhkan Obito, sama seperti waktu mereka masih kecil dulu. Waktu itu, Kakashi juga berhasil menjatuhkannya dan kemudian menodongkan kunai ke wajahnya.
"Baik, sudah cukup pertarungannya, pemenangnya Kakashi. Ayo kalian saling menghormat.." ucap Minato saat itu.

Waktu itu mereka berjabat jari, tanda perdamaian, namun tidak saat ini.
"Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini.. aku akan melakukan apa yang kubisa."
"Untuk melindungi Obito yang dulu... aku harus... membunuh Obito yang sekarang!!"

Tak ada istilah damai, Kakashi melanjutkan serangannya hingga benar-benar menembus tubuh Obito, dan ini bukanlah genjutsu.
Mereka saling memuntahkan darah dari mulut..

"Uukhhh!!!" Obito menghempaskan dirinya ke belakang, dan begitu pula dengan Kakashi. Tampak tubuh Obito menyisakan lubang yang dalam, yang seperti dikatakan tadi bukanlah genjutsu seperti sebelumnya.

"Ini sudah berakhir, Obito.." ucap Kakashi.
"Haah... haah... kau mungkin memenangkan pertarungan ini.." ucap Obito.
"Tapi... aku tak akan membiarkanmu memenangkan perangnya!!!"

Obito menggunakan jutsu dimensinya dan kembali ke medan perang.
"Ukh!!" tampaknya Kakashi hendak mengejar, namun energinya telah terkuras.

* Di medan perang, di sisi Madara, tampak Susano'onya telah berhasil menusuk tubuh bunshin Hashirama, meski Madara cuma duduk-duduk.

"Hashirama.. kau terlalu banyak memfokuskan kekuatanmu pada tubuhmu yang asli, bunshin mu jadi tidak menyenangkan untuk dipakai bermain.." ucap Madara.

"Madara..
kau juga telah..." ucap bunshin hasirama yang perlahan mulai mengilang

"Brukkk..."
Bunshin Hashirama kembali menjadi kayu dan kemudian lenyap.

Kemudian, Madara merasakan sesuatu.
"Itu??" suatu pusaran muncul tak jauh darinya, dan kemudian Obito muncul dari sana. Dalam keadaan sekarat.
"Uukhh..."

"Aku tak membutuhkannya lagi.." ucap Madara dalam hati.
Ia kemudian bersiap untuk melakukan sesuatu.
"Aku ingin bertarung melawan Hashirama sebelum menjadi Jinchuriki, tapi... sepertinya tak ada cara lain lagi.."

"Gyaaahhh!!!" Obito berteriak bersamaan dengan segel yang Madara rapal.
"Tubuhku..." Obito merasakan ada sesuatu yang salah dari tubuh bagian kirinya, tubuh yang diutak-atik Madara dulu.
"Gyaaahhh!!!" setengah tubuh Obito berubah menjadi gelap.

"Inilah waktunya untuk membangkitkanku kembali menggunakan Rinne Tensei.." pikir Madara.
Ia hendak menggunakan Obito untuk merapalkannya jutsu pembangkit tersebut.

Obito seolah tak mampu mengendalikan dirinya, dan kemudian setelah sebelumnya sempat teringat akan Rin, Obito pun bangkit dan membentuk segel tangan,
"Woooooaaahhhh!!!!!"

Bersambung ke chapter 637
readmore...

Sabtu, 22 Juni 2013

= NARUTO CHAPTER 635 =

Sebelumnya Orochimaru, Karin dan Suigetsu yang telah tiba di tempat lain dan bukan medan perang itu yang tak lain adalah ke tempat dimana Tsunade yang sedang terluka parah.

Sementara itu perang terus berlanjut, di sisinya kini tampak Orochimaru dan dua anggota timnya sedang berada di atas dahan pohon raksasa, yang berada tak jauh dari tempat Tsunade terbaring lemah.

Di sekitar tubuh Tsunade, tampak ratusan Katsuyu kecil, beberapa yang ukurannya lebih besar, dan satu yang paling besar.

"Uukh, besar sekali siputnya.. aku jadi penasaran berapa banyak garam yang harus digunakan untuk mengalahkan mereka.." ucap Suigetsu.

"Itu hanyalah bagian kecil dari Katsuyu, kuchiyose yang dipanggil dari Shikkotsu. yang aslinya jauh lebih besar lagi.." jelas Orochimaru.

"Yang harus kita pikirkan itu adalah mengenai hokage kelima, bukan siput-siput ini!!" ucap Karin tampak kebingungan.

"Kau tak perlu mendengar apa yang dia katakan, orochimaru- sama, lanjutkan saja pada rencana awal kita.." ucap Suigetsu.

"Apa kau kesal karena kau dijauhkan dari Sasuke??" tanya Orochimaru pada karin.

"Tentu sa... Oh tidak!!! Karin tidak jadi meneruskan jawabannya.
ayo langsung saja, Suigetsu bodoh!!" bentak Karin pada suigetsu.

"Kenapa kau marah padaku!??? seseorang yang hanya ingin menuangkan garam pada siput??"

"Pertama, Tsunade.. ayo.." Orochimaru tak mau berlama- lama lagi dan kemudian meloncat ke bawah menuju tempat Tsunade berada.

Keadaan Tsunade yang sangat kritis, tubuhnya terpisah lumayan jauh dan hanya dihubungkan oleh ratusan Katsuyu kecil.

Dan... meski tak diperlihatkan dengan jelas, sepertinya tubuh mudanya telah menjadi keriput.

"Tsunade-sama!!" Katsuyu yang paling besar kaget saat Orochimaru dan dua rekannya mendarat di sana.

"Eh?? Apa Hokage kelima memang setua ini??" Karin bertanya-tanya.

"Uukh, dan pinggangnya juga, panjang sekali.." ucap Suigetsu mengolok-olok karin.

Dua bagian tubuh Tsunade dihubungkan dengan gumpalan katsuyu, jadi kelihatannya seperti dia punya pinggang yang sangat panjang.

"Kelihatannya kau sudah melakukannya dengan berlebihan, Tsunade.." ucap Orochimaru.

"Orochimaru??" dalam kondisi kritisnya Tsunade masih mampu mengingat suara mantan rekan satu kelompoknya itu.

"Katsuyu, aku datang kemari untuk merawat Hokage kelima.." ucap orochimaru pada katsuyu yang paling bear.

"Aku bukan musuh lagi sekarang.." jelasnya.

"Tak ada alasan bagiku untuk mempercayaimu!!" ucap Katsuyu.

"Dan lagi, harusnya kau sudah mati!!"

"Kalau kau melihatku melakukan sesuatu yang mencurigakan, kau bebas membunuhku dengan asammu itu.." ucap Orochimaru.

Dan mengingat keadaan Tsunade yang semakin parah, Katsuyu tak punya pilihan lain selain percaya.

"Baik, aku percaya padamu.." ucapnya.

"Kau lebih cepat mengerti dibanding Manda.." ucap Orochimaru.

"Baiklah, pertama-tama, di mana para kage lainnya??"

"Mereka sedang dirawat oleh bagian-bagianku yang lain..

" Empat Katsuyu yang ukurannya bisa dibilang sedang-sedang itu ternyata sedang menyelimuti empat kage lainnya.

"Luka mereka benar-benar serius.." jelas Katsuyu.

"Katsuyu, kenapa proses penyembuhanmu begitu lambat meskipun kau ada di sini??"

"Aku bisa menggunakan kekuatanku tergantung kekuatan Byakugou Tsunade- sama.

Kini kondisi Tsunade-sama benar-benar lemah, jadi aku tak bisa menggunakan kekuatanku dengan penuh." Katsuyu menjelaskan.

"Jadi begitu cara kerjanya, ya?

Yah, benar juga, sejauh yang kuingat aku belum pernah melihat Tsunade selemah ini, jadi ini masuk akal.." ucap Orochimaru.

"Aku mencoba untuk menahan agar Kuchiyosenya tidak menghilang, dan fokus dalam penyembuhan di saat yang bersamaan. Jadi, aku tak bisa menghubungkan tubuh Tsunade-sama dengan baik.." ucap Katsuyu.

Lalu, Orochimaru meminta Suigetsu untuk melakukannya.

"Suigetsu, ambil bagian bawah tubuh Tsunade dan kemudian sambungkan dengan tubuh atasnya.."

"Eeh!???" Suigetsu kaget.

"Aku ini lebih berbakat dalam memisahkan tubuh, bukan menyambung.." ucap Suigetsu.

Tapi tak ada pilihan lain, pada akhirnya ia pun melakukannya.


"Uukh, siput-siput ini berlendir dan kenyal, sangat menjijikan.." ucap Suigetsu.

"Bukannya kau juga sama??
Dan dengan memiliki bentuk manusia, kau bahkan lebih menjijikan dan sangat aneh!!" ejek Karin pada suigetsu.

"Karin, biarkan dia menggigitmu, jadi dia bisa menyembuhkan diri.." perintah Orochimaru ke Karin.

"Eeeeh??? Aku tak mau digigit oleh orang lain selain Sasuke.."

"Ah!! Kau baru saja mengakui kalau kau menyukai Sasuke!!" ucap Suigetsu.

"Eh!?? Ti-tidak!!

Mustahil aku menyukai si Sasuke sialan itu!!
Dia bahkan mencoba untuk membunuhku!!
Dan... rasanya nikmat seka... tidak!!
Bukan begitu!!!" karin meralat ucapannya

"Kau ini ngomong apa, sih??" ucap Suigetsu.

"Lagipula, sebelum digigit oleh Sasuke kau sudah punya banyak bekas gigitan di tubuhmu, kan.."

"Diam!! Sekarang aku hanya untuknya!!" bentak karin.

"Berhenti membuatku kesal, kata-katamu itu palsu.." ucap Suigetsu.

"Lagipula, cara kerja tubuhmu itu, itu bahkan lebih aneh dariku!!"

"Apa katamu!??"

"Kalian berdua, cepatlah.." ucap Orochimaru.

"Kalian berdua sama-sama aneh, jadi berhentilah bertengkar.

Kalau kalian tak mau, aku akan membelit kalian dengan ular-ularku, yang akan masuk melalui mulut kalian dan kemudian mengambil alih tubuh kalian.."

"Sebenarnya yang paling aneh di sini itu kau.." ucap karin dalam hati.

"Tubuh dan jiwamu, sama-sama aneh.." ucap Suigetsu dalam hati.

Lalu Suigetsu menyatukan tubuh Tsunade, dan Karin membiarkan tangannya digigit oleh Tsunade.

"Ukh, kalau dia terus menghisap begitu banyak chakraku seperti ini, bisa-bisa aku cepat tua.." pikir Karin.

Tak lama setelahnya, Tsunade secara perlahan kembali pulih dan tubuhnya kembali muda.

"Tsunade-sama, kau sudah baikkan sekarang!!" ucap Katsuyu.

"Tsunade, harusnya kau berterimakasih padaku.." ucap Orochimaru.

"Kenapa kau melakukan ini setelah mengkhianati desa??"

Tsunade masih belum mengerti.

"Yah, sekarang aku telah menemukan obsesi baru.." ucap Orochimaru.

"Dulu, aku ingin menjadi angin yang bisa membuat kincir berputar. Tapi sekarang, aku sadar kalau akan lebih menarik menunggu angin lain muncul.

Aku tak ingin disegel sebelum aku bisa menikmati angin itu.

" Orochimaru teringat akan Sasuke.

"Apa yang kau katakan tetap tak masuk akal seperti biasanya.." ucap Tsunade.

"Tapi kurasa, kau sudah berubah.." ucap Tsunade lagi.

"Manusia selalu berubah, atau mati sebelum mereka bisa.."

Orochimaru kini teringat dengan Jiraiya,

"Dia mati dengan caranya sendiri.."

"Orochimaru, kalau saja kau berubah lebih awal, Jiraiya mungkin masih hidup sekarang.." ucap Tsunade.

"Kalau begitu mungkin saja dia akan berubah.." ucap Orochimaru.

"Seperti hal nya kita, Sannin, hal-hal tak selalu berjalan sesuai keinginan kita.
Sesuatu selalu mengalami perubahan.."


"Mungkin karena itu juga aku ingin melihat kemana Sasuke akan pergi.." ucap Orochimaru dalam hati.
"Menunggu secara perlahan, sampai anginnya muncul.."

"Yah, terimakasih karen sudah menyembuhkanku.." ucap Tsunade.

"Jadi, kau sudah tahu mengenai perang ini??"

"Tentu saja, karena itulah aku bekerja sama denganmu.."

"Aku akan melaporkan kondisi terkini dari medan perang.." ucap Katsuyu.

"Bagaimana kau bisa pergi ke medan perang??"

"Kami juga akan pergi.." ucap Orochimaru.

"Kau harus fokus terhadap penyembuhan para kage.." lanjutnya.

Scan Beralih ke medan Perang
Di medan perang, tampak Sai meloncat ke dekat Sakura. lalu,
"Sakura, boleh aku menanyakan sesuatu padamu??

" Di sisi lain medan perang, tampak juga bagian tubuh Juubi telah terbakar api hitam.

Tapi, Naruto tak mau terus membiarkannya seperti itu.

"Para bijuu juga ada di dalam mahluk besar itu!! Saat dia sudah cukup dibuat lemah, matikan api hitamnya!!

Kurama dan aku akan mengeluarkan para bijuu!!"

"Tidak.." ucap Sasuke.

"Aku akan membakarnya.."

"!!!"

Naruto kaget, "Hei, Sasuke!!!" "Aku akan mengakhiri sistem ini, dan menciptakan yang baru.." ucap Sasuke dalam hati. Tapi kemudian secara mengejutkan, Juubi memisah sedikit bagian tubuhnya yang terbakar api hitam.

"Sial, dia bisa memisahkannya!!" pikir Sasuke.

Kembali ke tempat Sai, ia melanjutkan pertanyaannya.

"Karena aku tak begitu mengenalnya, aku bisa memberi penilaian secara lebih obyektif. Dan jujur saja, aku tak bisa mempercayainya sebagai seorang teman.
Bagaimana menurutmu, Sakura??"

"Tak apa.. Sasuke akhirnya kembali, aku sangat senang.. dan aku mempercayainya.." ucap Sakura, dengan senyum yang benar-benar dipaksakan.

"Kata-katamu mungkin tulus, tapi aku tahu... senyummu itu palsu.." pikir Sai.

Di sisi Shikamaru, dia juga mendapat firasat yang aneh.

"Ada apa, Shikamaru??" tanya Ino.

"Bukan apa-apa.." ucap Shikamaru.

Kembali ke Tempat Tsunade, Katsuyu telah menjelaskan inti-inti pokok yang telah terjadi di medan perang.

"Dengan kata lain, situasinya benar-benar rumit.." ucap Katsuyu.

"Kalau begitu.. kita juga harus segera menuju ke sana.."

Tampak keempat kage lainnya sudah mampu untuk kembali berdiri.
Semuanya telah sembuh.

"Aku akan membawa kalian semua dengan pasirku. Persiapkanlah chakra kalian untuk nanti.." ucap Gaara.

"Aku tak tahu cerita lengkapnya, beritahu kami lebih banyak lagi!!" ucap Raikage.

"Ayo kita bahas ini dalam perjalanan.." ucap Tsuchikage.

"Ayo!!" ucap Mei.

Sementara itu di Tempat Kakashi dan Obito, tampak mereka berdua saling tusuk. Kakashi menembus tubuh Obito dengan tangan berlapis listriknya, sementara Obito dengan kunai besarnya.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya???? Kita nantikan saja di chapter selanjutnya.

Bersambung ke chapter 636
readmore...

= NARUTO CHAPTER 634 =

Sebelumnya Tiga mahluk raksasa telah disummon oleh ketiga anggota tim tujuh yang tak lain adalah Naruto, Sasuke dan Sakura . Dan benar, yang muncul setelah Naruto melakukan teknik Kuchiyose bukanlah Gamabunta melainkan Gamakichi. Bahkan, Naruto sendiri kaget dengan hal ini.

"Kau.. Gamakichi!??"

"Ayah lagi sibuk, jadi aku menggantikannya!!
Apa kau terkejut??" ucap Gamakichi.

"Bukan begitu. Maksudku, kau... kau besar sekali!!
Kecepatan tumbuhmu bahkan lebih mengejutkan dari Akamaru.." ucap Naruto.

"Kalianlah para manusia yang terlalu lamban." ucap Gamakichi.

"Ngomong- ngomong, ada masalah apa nih??" Gamakichi terlihat kebingungan karena tak tahu menahu tentang perang ini.

"Yah, itu.. lihatlah engkau wahai Gamakichi mahluk besar yang di sana itu!!" Naruto menunjuk tubuh asli Juubi,

"Mendekatlah padanya dengan satu lompatan saja !!" perintahnya.

"Maksudmu yang paling besar itu ya ??" ucap Gamakichi.

Di depan mereka, telah berhamburan begitu banyak mahluk-mahluk raksasa seukuran kuchiyose yang dikeluarkan oleh Juubi Sementara di kejauhan sana, Juubi tampak bahkan jauh lebih besar lagi.

"Sasuke-sama, apa yang kau inginkan dariku??" tanya ular yang dipanggil oleh Sasuke.
"Lurus saja, aku akan mengurus tubuh utamanya."ucap Sasuke.

Di sisi Sakura,kuchiyosenya juga berbicara.
"Sakura-chan, akhirnya kau mampu menggunakan segel Byakugo." ucapnya.
"Tsunade- sama pasti akan.."

"Katsuyu-sama, dengarkan aku.." ucap Sakura.

Yah, tampaknya mahluk itu memang Katsuyu.
"Tolong pisah tubuhmu menjadi banyak, dan kemudian tempel semua orang dari aliansi.

Kita harus membantu menyembuhkan mereka semua." perintah Sakura.

"Aku tak menyangka kalau aku akan bisa menyaksikan ketiga kuchiyose mematikan itu lagi.." ucap Minato.

"Hehe.."

hokage ketiga teringat akan ketiga muridnya.
Yah, bagaimanapun tiga Sannin adalah murid dari hokage ketiga.

"Era baru telah dimulai, maju!!" teriak hokage ketiga. Dan bersamaan dengan itu, Naruto cs memberi perintah pada kuchiyose mereka masing-masing.

"Maju, Aoda!!" teriak Sasuke.
"Lompat, Gamakichi!!" teriak Naruto.
"Tolong, Katsuyu- sama!!" teriak Sakura.

Aoda si ular maju, Gamakichi melompat, dan Katsuyu mulai memisah tubuhnya menjadi mahluk-mahluk yang lebih kecil. Dan hempasan mereka,menciptakan angin yang kuat.

"Inilah... tim tujuh yang sebelumnya.." pikir Sai.

Di suatu sisi, tampak Juugo hanya bisa berdiri diam menyaksikan hal tersebut.
Sementara itu, kuchiyose terus bergerak. Aoda menerobos monster-monster ciptaan Juubi dengan begitu lincahnya. Sementara, Gamakichi telah melompat dan kini melayang di udara.

Monster-monster yang ada di bawahnya mencoba untuk menyerang namun Gamakichi mampu menahan dan membalas semua itu dengan pedangnya.

"Bagus, Gamakichi!!

Tak hanya tubuhmu yang bertambah besar, kemampuanmu juga bertambah hebat!!" ucap Naruto.

"Yah, ini bukan masalah!! Cepat bersiap untuk menyegelnya, aku akan meloncat tepat di monster itu!!" ucap Gamakichi.

"Aku tahu.." ucap Naruto. Dalam hati,

"Sifat ego nya juga bertambah.."

Di bawah, di tempat para sinobi aliansi, mereka yang utamanya bukan berasal dari Konoha tampak kaget saat melihat mahluk-mahluk kecil Katsuyu.

"Uwaah, apa ini??"

"Tak apa, ini adalah siput yang merupakan jutsu penyembuh hokage kelima.." jelas Shizune yang kebetulan ada di sana.

"Jangan khawatir.." salah satu Katsuyu kecil itu menempel di tubuh shinobi. Kemudian secara perlahan, chakra shinobi itu pun kembali.

"Kekuatanku... kembali.." pikir si shinobi itu tapi Tak hanya dia, shinobo-shinobi lainnya pun perlahan mulai sembuh dari luka-luka mereka.

"Lukaku.."

"Padahal dia baru saja mengaktifkan segel Byakugo, tapi dia masih bisa menggunakan jutsu penyembuhan jarak jauh Katsuyu-sama.

Sakura... kau benar-benar kunoichi yang berbakat.." pikir Shizune.

Di tempatnya, Sakura tampak fokus untuk mengatur semua itu.

Alur Naruto Chapter 634 by ZAWIX

"Sasuke-sama!!" Aoda melihat beberapa monster di depan membentuk suatu tembok berduri untuk mencegat mereka.

"Maju terus!!" teriak Sasuke. Kemudian dengan panah Susano'o miliknya, Sasuke mampu menerobos dinding-diding yang musuh ciptakan.

Sementara itu di atas, Naruto telah bersiap dengan Rasen Shuriken.

"Sasuke!!!" teriak Naruto. Dan kemudian, Sasuke juga ikut bersiap dengan jutsunya.

"Maju!!" ucap Kiba dalam hati.

"Lakukan!!" ucap Shino.

"Lakukan yang terbaik!!" ucap Hinata.

"Bidik dengan baik!!" ucap Shikamaru.

"Kalian bisa!!" ucap Chouji.

"Lakukan!!" ucap Ino.

"Yah!!" ucap Sakura dalam hati.

Tapi kemudian entah kenapa, tiba-tiba saja ia meneteskan air mata.

"Fuuton : Chou Oodama Rasenshuriken!!!" Naruto melemparkan Rasenshuriken raksasa.

"Enton : Susano'o Kagutsuchi!!" Sasuke melesatkan panah api hitam. Kemudian, dua serangan itu pun sama-sama melesat ke arah Juubi.

"Yah, hanya angin yang bisa menang melawan petir...
Aku senang elemenku cocok dengan Sasuke...
Bukan, maksudku bukan itu...
Maksudku... satu-satunya elemen yang bisa memperkuat api... Adalah angin...

" Api hitam Sasuke dan Rasenshuriken raksasa Naruto bertubrukkan dan membentuk Rasenshuriken berlapis api hitam, dan kemudian melesat ke arah Juubi, serta membakarnya.

"Mereka melakukannya!!" ucap para shinobi aliansi.

"Aku belum pernah melihat Kagetsuchi seperti itu.. mereka mengombinasikan jutsu mereka dengan rasio yang sama.." pikir hokage kedua.

"Itu sesuatu yang sulit bahkan untuk duo yang sudah berpengalaman.." ucapnya.

"Shuriken angin yang digabungkan dengan panah api hitam, kita bisa menyebut ini sebagai "Shakuton : Kourin Shippuu Shikkoku no Ya Zeroshiki!!" ucap Minato dengan sedikit bergurau.
Shakuton bisa diterjemahkan menjadi elemen ajaib.

Tap!!! Gamakichi mendarat di sebelah Aoda.

"Bakar dia..." ucap Sasuke dengan tatapan mata mangekyou eksternallnya.

Di sisi lain, kini Sai telah berada di sebelah Juugo.
"Kau juga mendengar apa yang Sasuke katakan, kan.. apa sebenarnya tujuannya??" tanya Sai.
Juugo tak bisa menjawab, dan kemudian hanya berkata,
"Siapa yang tahu..

" Scene lalu berpindah ke tempat Orochimaru, Karin dan Suigetsu. Kelihatannya, Orochimaru telah tiba di tempat lain dan bukan medan perang itu.

Orochimaru berkata, "Kelihatannya kau sedang tak dalam kondisi yang baik.. Tsunade..."
teman lama akhirnya ketemu juga, lalu apa yang akan dilakukan orochimaru di tempat Tsunade yang sekarat?? Kita nantikan saja minggu depan!!!!

Bersambung ke chapter 635
readmore...

= NARUTO CHAPTER 633 =

*** Naruto Chapter 633 - Maju! ***

|| Di dalam Penghalang, Juubi mulai menuju ke bentuk sempurnanya ||

Sasuke memandang ke Arah Naruto: "Jadi, inikah Wujud Chakra Kyuubi yang sudah dikendalikan?!"
Naruto juga memandang ke arah Sasuke: "Itu, adalah Sharingan Api Hitam.."

( mereka terus menatap satu sama lain, karena sepertinya mereka mungkin terkejut dengan kekuatan baru yang mereka miliki )

"Jadi, Naruto berhasil menambahkan jenis perubahan Elemennya ke dalam Rasengan..
Cukup Terampil.." ucap Minato ET yang berada dalam Mode Kyuubi dengan senang.

|| Tim 8 juga mempersiapkan diri ||

"Tim Kita juga jangan kalah dari Tim 7!!" ucap Kiba dengan wajah Bebal.
"B-baik.." balas Hinata.
"Naruto!! Apa kau berpikir bahwa kau satu-satunya yang dapat menggunakan Teknik ini?!!"

"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

BOOOFFFTTTT..

( Kiba ternyata menggunakan Teknik Kage Bunshin dan membuat Klon Bunshin )

"..!! Kau hanya bisa membuat satu.. bahkan aku bisa membuatnya lebih." ucap Naruto.
"Hanya karena aku mampu membuat satu, bukan berarti daya serangku menjadi 3 kali lipat. Lihat ini Naruto!!
Kesinilah Akamaru.." ucap Kiba.
Akamaru: "Woooffffftt..."

"INIZUKA-STYLE: HUMAN BEAST MIXTURE TRANSFORMATION!"

BOOOFFFFTTTTT....

"CERBERUS!!!"

( Kiba berubah menjadi Anjing Raksasa berkepala 3 )
NB: Dan perlu sobat DNI ketahui juga, bahwa CERBERUS adalah salah satu Makhluk Mitologi dari Yunani )

"Pfftt.. Ini memang sedikit menjijikan, tapi ini aneh, emosional, dan bersemangat!" ucap Kiba yang sudah berubah.

"TAIL CHASER'S.."

(Cerberus itu mulai menyerang para mini-Juubi )

"SPINING FANG!!"

JRASSHH..JRAASSHH..JRASSSHHHH...

( Tubuh mini-Juubi mulai terpotong-potong, lalu terlihat Shino yang sedang memukul salah satu tubuh mini-Juubi )

"GIANT BUG SUMMON"
Copyright by © DNI

"LEAF WARBLER..."

( Terlihat Tubuh mini-Juubi yang dipukul Shino mulai digerogoti serangga raksasa dan tubuh mini-Juubi itu perlahan Habis )

"Uuuaaa..ini sungguh menjijikkan!! Ada apa dengan mereka itu?!" Ino merasa Jijik dengan Wujud baru Kiba dan juga Serangga Shino.

"Kuchiyose: Kumbang Raksasa..
Jika kau memberikan serangga itu sejumlah Chakra, mereka akan langsung memakan Daging Musuh dan terus bertumbuh besar.
Dan mereka yang lahir melalui Parasit adalah Serangga yang paling Kuat." jelas Shino.

"2 Pukulan, 4 Pukulan, 8 Pukulan, 16 Pukulan, 32 Pukulan...."
( Hinata menyerang salah satu mini-Juubi )

"Hanya itu hal yang paling dapat aku lakukan.. Aku bisa..." ucap Hinata
( Hinata teringat akan perkataan Neji dahulu.. )
"dan dari sanalah, kita harus membuat langkah besar ke depan tanpa rasa takut.. itu... Teknik yang menghbungkan langsung dengan 64 pukulan.. "

"64 Pukulan...."

( Hinata berhasil menuntaskannya, dan mini-Juubi yang diserang Hinata benar-benar hancur. )

"Naruto selalu bekerja keras untuk melangkah ke depan, lalu aku...
AKAN SELALU ADA DISISINYA!!"
( Tiba-tiba Hinata menggunakan Teknik itu, Teknik dimana Meng-Fokuskan Chakra ke Kedua Telapak Tangan dan Chakra itu membentuk seperti Kepala Singa )
Mini-Juubi yang lain merasa terkejut dengan Kekuatan Hinata tersebut: "............?!!!!"

"Saat ini aku akan mengerahkan semuanya dengan 64 Pukulan Hakke..
Karena itu, selalu melangkah ke depan walau hanya seLangkah!!" ucap Hinata dengan semangat.

|| Tim 10 juga terkihat memulai persiapan ||

"Kami, Gabungan dari INO-SHIKA-CHOU dari Tim 10 juga akan maju!" ucap Ino.
"Formasi-E ya.." ucap Chouji.
"Kami tidak ingin bersaing dengan mereka, karena ini bukan ujian Chuunin, tapi ini adalah perang..
INI ADALAH PERANG!!!" ucap Shikamaru.

"SHADOW: SEIZING JUTSU!!"
( Shikamaru mulai mengerahkan Jutsu Bayangannya.. sementara itu.. )

"DOUBLING JUTSU"
( Chouji membesarkan Badannya )

Dan Ino juga mulai terlihat berkonsentrasi...

Ino: "Ada 25 musuh.."
Shikamaru: "Ok!"
Ino: "Sudah Terkunci!"

NB: ini dia Sobat DNI, jutsu baru dari INO-SHIKA-CHOU
( Baca dengan teliti.. )

- Ino mulai menggunakan Jutsu khusus yang membuatnya hanya mampu melihat Chakra dari kumpulan mini-Juubi.
- Kemudian Ino menempelkan tangannya ke Kepala Shikamaru agar Shikamaru juga mampu melihat apa yang dilihat Ino.
- Lalu Shikamaru mengikat Chouji dengan Bayangannya, sehingga Chouji nanti akan dikendalikan oleh Shikamaru peregerakannya.

"HUMAN BULLET YOYO!!"

JLLAAAARRRRRR...

( Chouji mulai menghantam 25 mini-Juubi yang ada di depannya dengan Jutsunya dan peregerakan Chouji dikendalikan oleh Shikamaru.
Jadi, Chouji yang berbentuk Bulat, dikendalikan oleh Bayangan Shikamaru, msama persis seperti Yoyo.)

Namun tiba-tiba ada mini-Juubi yang mencoba menyerang Ino dan Shikamaru.

JLAAARRRRR..
( Dengan Sigap Shikamaru langsung mengarahkan Chouji untuk menyerang mini-Juubi itu dan berhasil dikalahkan )

"Aku akan membesar 2 kali lipat, dan aku akan menjadi lebih berat, apa kalian bisa ??" tanya Chouji.
"Baiklah, sebenarnya masih terasa Ringan.
Dan lagipula ini akan jadi memalukan jika hanya ini Kombinasi Serangan kita." balas Shikamaru.
"Hey, apa maksudmu Shikamaru?! Apa kau jadi bersemangat gara-gara Kompetisi ini?!" Ino tampak Kesal.

|| Terlihat Sai yang datang dari Udara ||

"Hey, aku juga masih bagian dari Tim 7, benar begitu kan?!" ucap Sai.
( Sai akan menyerang Tubuh Asli Juubi lewat serangan Udara, tapi situasi berkata lain )

Tiba-tiba Juubi mengetahui Posisi Sai dan mulai menyerang Sai dengan Tusukan Duri-Durinya..

"........!!!" Naruto, Sasuke, dan Sakura yang mengetahui hal itu langsung Kaget.
"Saaaiiii..." Teriak Naruto.
( Naruto berhasil menangkap Sai dengan Tangan Chakra Kyuubi-nya. )

"Apa kau baik-baik saja Sai??" tanya Naruto.
"Tak ada gunanya, musuh terus berlipat ganda, bahkan yang besar juga!" ucap salah seorang Shinobi.
"Ukurannya memang menjadi masalah.." Hahsirama ET terus mengamati Juubi.

( Hashirama ET menyerang Juubi dengan Mokuton nya )

"Naruto, apa kau masih bisa memberikan orang lain Chakra?" tanya Sai.
"Tidak bisa kalau sekarang, aku belum cukup menyimpan Chakra Kurama." balas Naruto.
"Kau harus menghancurkan yang besar dahulu dan menyelinap masuk untuk mengalahkan yang asli, itu satu-satunya cara Naruto." jelas Sai. _DNI_
"Dan tak cukup bagimu untuk mendekat dengan sekali lompatan. Ada cukup waktu bagi kita untuk menangkis serangan musuh dan membuat pola serangan.
Tapi jika kau tak punya chakra cukup, kau mungkin akan terluka parah, Pasuka Medis tak bisa sampai ke area ini." lanjut Sai.

|| Namun tiba-tiba Naruto, Sasuke, dan Sakura menggigit Jari mereka masing-masing ||

"Membasmi dan menyelinap dengan cepat ya?! Itu bukanlah masalah!" ucap Sasuke.
"Melompat dan Mendekat dengan sekali Gerakan ya?! Aku harus menghindari serangannya, hmm aku rasa Makhluk inilah yang tepat." ucap Naruto.
"Aku siap untuk menyembuhkan siapa saja yang terluka parah, bahkan dengan keadaanku yang sekarang ini!" ucap Sakura.

"KUCHIYOSE NO JUTSU!!!"

BOOOFFFTTT... BOOOFFFTTT... BOOOFFFTTT...

Naruto, Sasuke, Sakura serentak berkata: "BERSIAPLAH!!!"

|| 3 HEWAN KUCHIYOSE LEGENDA TELAH HADIR DI MEDAN PERANG.
THE NEXT SANNIN (NARUTO, SASUKE, SAKURA), AKAN MENUNJUKKAN AKSINYA ||

*** Bersambung ke chapter 634 ***
readmore...